KOPERASI DALAM KACAMATA SYARIAH


KOPERASI DALAM KACAMATA SYARIAT
Dalam Islam koperasi tergolong sebagai syirkah/syarikah.Lembaga ini adalah wadah kemitraan, kerjasama, kekeluargaan dan kebersamaan usaha yang sehat, baik, halal. Dan lembaga seperti itu sangat dipuji islam seperti dalam firman Allah,” Dan bekerjasamalah dalam kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah saling bekerjasama dalam dosa dan permusuhan”.(QS. AL-MAIDAH 2). Bahkan Nabi MUHAMMAD SAW. tidak sekedar membolehkan, tapi juga memberikan motivasi prinsip syirkah/syarikah dengan sabdanya dalam hadits Qudsi,”Aku(ALLAH)merupakan pihak ketiga yang menyertai (untuk menolong dan memberkati) kemitraan antara dua pihak, selama salah satu pihak tidak mengkhianati pihak lainnya. Jika salah satu pihak telah melakukan pengkhianatan terhadap mitranya, maka Aku keluar dari kemitraan tersebut.”(HR.Abu Daud dan Hakim). Nabi MUHAMMAD SAW. juga bersabda,”Allah akan mengabulkan doa bagi dua orang yang bermitra selama di antara mereka tidak saling mengkhianati”(HR. AL-Bukhari).
Maka tidak heran jika jejak koperasi berdasarkan prinsip syariah telah ada semenjak abad III Hijriah di Timur Tengah dan Asia Tengah. Bahkan, secara teoritis telah dikemukakan oleh filosuf islam terkenal Al-Farabi.As-Syarakhsi dalam Al-Mabsuth, sebagaimana dinukil oleh M.Nejatullah siddiqi dalam Patnership and Profit Sharing in Islamic Law, ia meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah ikut dalam suatu kemitraan usaha semacam koperasi, diantaranya dengan Sai binSyarik di Madinah.
Di era ini koperasi sebagai organisasi ekonomi berbasis orang atau keanggotaan (membership based asociation),menjadi substantive power (kekuatan alternatif perekonomian di negara-negara maju, misalnya Denmark, Jepang, Taiwan, Singapura, Korea, swedia dan As yang cenderung kapitalis. Meskipun awalnya hanya countervailing power (kekuatan penyeimbang) kapitalisme swasta di bidang ekonomi yang di dominasi oleh perusahaan berdasarkan modal persahaman (equality based association) yang sering jadi sapi perah pemilik modal (share holders) dengan sistim dan mekanisme targeting yang memeras pengelola.
Baik negara maju maupun negara berkembang dewasa ini telah menerima kehadiran koperasi, terutama dalam rangka menata golongan ekonomi kecil yang lemah posisi ekonominya.
Sebagian negara berkembang dewasa ini bahkan secara langsung memilih koperasi untuk mengatasi ketimpangan ekonomi.
Bung Hatta dalam buku Membangun koperasi dan Koperasi Membangun mengkategorikan social capital ke dalam 7 nilai sebagai spirit koperasi. pertama, kebenaran untuk menggerakkan kepercayaan(trust). kedua, keadilan dalam usaha bersama. ketiga, kebaikan dan kejujuran mencapai perbaikan. keempat, tanggung jawab dalam individualitas dan solidaritas. kelima, paham yang sehat, cerdas dan tegas. keenam, kemauan menolong diri sendiri serta menggerakkan keswasembadaan. ketujuh, kesetiaan dalam kekeluargaan.
Bagi Indonesia yang telah memiliki UUD 1945, usaha menumbuhkan dan mengembangkan koperasi bukan hanya didorong oleh kesadaran akan kebutuhan adanya perimbangan ekonomi. Tetapi sudah merupakan kewajiban konstitusional.
Pemerintah dan swasta, meliputi individu maupun masyarakat, wajib menstranformasikan nilai – nilai syariah dalam nilai – nilai koperasi dengan mengadopsi 7 nilai syariah dalam bisnis. Pertama, Shiddiqi yang menceminkan kejujuran,akurasi, dan akuntabilitas. Kedua, Istiqamah yang menceminkan konsistensi, komitmen, dan loyalitas. Ketiga, Tabligh yang menceminkan transparansi, kontrol, edukatif, dan komunikatif. Keempat, Amanah yang menceminkan kepercayaan, integritas, reputasi dan kredibilitas. Kelima, Fathonah yang menceminkan etos profesional, kompeten, kreatif dan inovatif. Keenam, Ri’ayah yang menceminkan semangat solidaritas, empati dan kepedulian. Ketujuh, Mas’uliyah yang menceminkan responbilitas.
Koperasi sangat strategis dalam mengembangkan sumberdaya dan mendistribusikannya secara adil, karena mengeluarkan harta (aset) untuk di putar diusahakan dan diinvestasikan secara halal adalah kewajiban syariah. Uang dan harta bukan untuk ditimbun. Membuat aset nganggur sama dengan memubazirkan nikmat Allah dan tidak mensyukurinya.
sumber: www. dakwatuna.com

3 thoughts on “KOPERASI DALAM KACAMATA SYARIAH

  1. koperasi memang harus sesuai dengan konsep – konsep sariah.dengan adanya tulisan ini semoga menambah wawasan kita.bravo koperasi indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s